Jayalah Indonesiaku
Potret kejadian di tanah airku , serial code blog : ceBЯaHa

Jangan Remehkan Bisnis Recehan

Demikian kata-kata yang saya ingat dari kawan saya, Pak Valentino Dinsi saat
mengisi ceramah motivasi entrepreneurhip di Masjid Sunda Kelapa tahun lalu.

Sampai sekarang kata-kata itu masih saya ingat.

Ia memberi contoh tentang bisnis yang sedang dibangunnya saat itu. Jaringan
gerobak mie ayam.

Jualan mie ayam adalah bisnis informal, bisnis yang dapat duitnya recehan.
Satu gerobak, paling-paling omzetnya 100-300 ribu per hari.

Tapi, bayangkan kalau ia punya jaringan 1.000 outlet. Kalikan saja. Sekitar
100-300 juta per hari omzetnya.

Jangan remehkan bisnis recehan, katanya. Lihat potensi “faktor kalinya”.

Kenapa saya tertarik menulis bisnis recehan seperti ini?

Ya, karena sekarang ini saya juga lagi mulai bisnis skala “recehan”. Ya, itu
jualan tas laptop Deuter <http://taslaptop.blogspot.com/>. Hasilnya menurut
saya masih termasuk recehan.

Sehari bisa laku 1-2 pcs. Dapat untung 50-100 ribuan. Lumayan. Buat
nambah-nambah uang dapur. Hehe…

Tapi saya seneng aja. Excited. Saya suka mencoba hal-hal baru seperti ini.

Saya suka bertanya, bisa nggak sih? Kalau bisa, seneeng rasanya…

Kita harus bisa menghargai yang kecil-kecil dulu, sebelum menghargai yang
besar.

Dari recehan 50 ribuan inilah perjalanan itu akan bergulir. Akan ke mana
bergulirnya bisnis recehan ini? Nah, itulah pertanyaan yang menarik dan
menantang.

Kalau mulai bisnis langsung untung jutaan sehari itu kurang seru ceritanya.
Tapi kalau dimulai dari yang kecil kemudian membesar dan membesar, baru
seru.

Seorang klien saya di Purbalingga memulai bisnis toko agrobisnisnya dengan
keuntungan 36 ribu rupiah seharinya.

Itu sekitar 10 tahun lalu. Sekarang omzet per bulannya bisa mencapai 2-4
miliar.

Jadi, cobalah nikmati lembaran-lembaran ribuan yang kecil itu dulu. Nikmati
prosesnya. Hargai uang yang “sedikit” itu. Dengan menghargai yang kecil,
kita akan bisa menghargai yang besar.

Saya teringat kata-kata bijak mengenai leadership. “Orang besar dilihat dari
bagaimana ia memperlakukan orang kecil”. Saya kira kata-kata ini juga
berlalu di dalam berbisnis.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni <http://roniyuzirman.com/>, Owner Manet Busana
Muslim<http://manetbusanamuslim.blogspot.com/>

NB – Pak Jonru menulis kesaksian di blognya. Tahun 2007 ini adalah titik
balik dalam perjalanan hidupnya. Dan ia berani mengatakan bahwa *”hampir
semua orang yang berpengaruh besar terhadap hidup saya di sepanjang tahun
2007 adalah sahabat-sahabat saya dari komunitas **TDA*<http://tangandiatas.com/>
*”.* Silakan baca cerita selengkapnya di
sini<http://www.jonru.net/2007-tahun-titik-balik>

Belum Ada Tanggapan to “Jangan Remehkan Bisnis Recehan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: