Jayalah Indonesiaku
Potret kejadian di tanah airku , serial code blog : ceBЯaHa

Keluar Dari IBM, Mendirikan Usaha Sendiri di Indonesia

Berikut ini adalah penuturan Pak Roni dari TDA tentang pertemuannya dengan Pak Albert, yang rela keluar dari IBM untuk membuka usaha sendiri. Ini membuktikan bahwa semakin banyak orang yang membuka lapangan kerja baru. hal ini perlu di bontoh generasi muda kita, untuk tidak hanya mengejar perusahaan raksasa, tapi juga berusaha untuk bisa membuka lapangan kerja baru, semi memperkuat perekonomian Indonesia. Sektor yang jelas perlu dikembangkan merupakan sektor riil, sehingga memberikan fundamental ekonomi kuat bagi bangsa ini. Tidak hanya berkutat pada ekonomi tak riil yang berdasar pada bubbling economics. Berikut ini adalah komentar dari Pak Roni :

———————————————————————–

Hari Jumat kemarin, Manet <http://manetvision.com/> kedatangan tamu
istimewa.

Ia adalah Pak Albert, bersama timnya dari PT. Alvantys
Indonesia<http://www.alvantys.com/id>,
yang mendukung website Manet saat ini.

Pak Albert ini adalah seorang pakar software jebolan IBM dari Amerika.

Setelah beberapa tahun berkarir dengan gaji yang katanya mencapai 5 digit
per tahun (wow!), ia membulatkan tekad untuk menjadi TDA dan memulai sesuatu
yang baru dari Indonesia.

“IBM itu sudah teralu besar dan tidak ada lagi tantangan buat saya”,
ujarnya.

“Saya ingin memgembangkan sesuatu yang baru dari Indonesia”, lanjutnya
bersemangat.

Saya jadi teringat Jeff Bezos, yang meninggalkan kursi empuknya di
Wallstreet dan memulai Amazon.com <http://amazon.com/>dari garasi rumahnya.

Kira-kira begitulah sosok Pak Albert ini. Saat ini ia bersama tim kecilnya
tengah mengembangkan layanan jasa penyediaan webstore sistim berlangganan di
Indonesia. Mirip dengan layanan SAP yang terkenal itu.

Dengan layanan ini, pelanggan tidak perlu lagi sibuk dengan maintenance
bulanan, hosting, domain, bandwith yang sering menjadi masalah buat business
owner yang awam seperti saya ini.

Di Indonesia layanan tergolong baru. Butuh usaha yang cukup gigih untuk
memperkenalkan dan mengedukasi pasar perihal produk ini.

Manet adalah “kelinci percobaan” pertamanya untuk pasar Indonesia.

Pertemuan saya dengan Alvantys ini berawal dari Mas Maya, staf marketingnya
katanya lebih dari seminggu berupaya mencari saya via Google. Ia penasaran
dengan banyaknya nama saya muncul di Google.

Ibarat botol ketemu tutupnya, saat itu saya memang sedang mencari penyedia
jasa seperti ini.

Manet yang online sejak September 2003, termasuk pionir di kancah busana
muslim online saat itu. Ketika itu, kalau search di google dengan kata kunci
“busana muslim” cuma muncul 2-3 perusahaan sejenis.

Sekarang sudah tidak terhitung lagi. Banyak sekali muncul pemain-pemain
baru. Dan hebatnya, sebagian berasal dari member TDA.

Informasi ini saya sampaikan kepada Pak Albert. Bahwa member TDA banyak yang
sudah memulai bisnis online melalui webstore sederhana, bahkan dengan
blogspot.

Indonesia dengan segala peluang dan tantangannya adalah pasar yang menarik
menjanjikan. Tingkat pengguna internet terus meningkat setiap tahun. Tahun
ini diperkirakan akan naik lagi 25% menurut Pak Nukman
Luthfie<http://www.virtual.co.id/blog/?p=342>
.

Itu adalah peluang besar. There is new customer born every day, kata pemasar
yang optimis.

Menurut Pak Albert, produk Alvantys ini sebenarnya diluncurkan untuk pasar
Amerika. Ia sering bolak-balik ke sana dalam rangka launching produk ini.

Di sana, hampir 90% usaha kecil sampai besar memiliki website yang sudah
terintegrasi dengan sistim pembayaran, keamanan dan pengirimannya. Apalagi
didukung oleh akses yang sudah 70% broadband. Belanja dari rumah via
internet sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat di sana.

Saya menganggguk-angguk takjub dengan begitu fasihnya Pak Albert berkisah
tentang perkembangan terkini bisnis online di Amerika.

“Produk Alvantys ini selalu saya benchmark dengan perkembangan mutakhir
perusahaan-perusahaan di sana Pak”, lanjutnya.

Saya pun berpikir, informasi dan pengetahuan seperti ini tentulah berharga
jika dibagikan di TDA. Apalagi banyak member yang sedang semangat membangun
bisnis onlinenya.

Dengan segera saya “menodong” Pak Albert untuk menjadi nara sumber di salah
satu kegiatan TDA. Kebetulan, Pak Iim dari TDA IT sedang berencana membuat
kegiatan IT Gathering.

Alhamdulillah, ia sudah mengiyakan.

Kepada Pak Albert, saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan apresiasinya
terhadap saya dan Manet. Mudah-mudahan Manet bisa menjadi portofolio sukses
anda di Indonesia.

Saya sendiri salut dan kagum dengan keputusan besar anda yang dengan berani
meninggalkan IBM dengan segala fasilitas yang aduhai untuk memulai sesuatu
yang baru di Indonesia. Tidak banyak orang yang punya keberanian seperti
ini.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni <http://roniyuzirman.com/>, Owner Manet Busana
Muslim<http://manetvision.com/>,
Founder Komunitas TDA <http://tangandiatas.com/>

Belum Ada Tanggapan to “Keluar Dari IBM, Mendirikan Usaha Sendiri di Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: