Jayalah Indonesiaku
Potret kejadian di tanah airku , serial code blog : ceBЯaHa

Bensin Dari Biota Laut: 1500 rupiah per Liter

Ternyata ada lagi nih alternatif bahan bakar, dari biota langsung lagi (bukan fosil). Oktannya mencapai 94. Cuman saya gak begitu yakin, apa bisa dijual. Soalnya khan memang di dunia ini masih dikuasai oleh Kartel BBM dari fosil. Bahan bakar alternatif dan mobil alternatif kayaknya gak bakalan mampu di sikut oleh pengusaha BBM ini deh. Yah kita doakan saja, supaya BBM biota laut ini dipergunakan untuk masyarakat. Tapi apa ya ada, penemuan bisa di gratiskan. Artinya bisa jadi berhenti di Laboratorium saja, kecuali kalo dibuka untuk umum, untuk kesejahteraan rakyat banyak. Berikut petikan beritanya.

Kutipan dari :
MOTOR PLUS No 467/Vlll 9 – 16 Feb 2008 halaman 13
http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=12003

Bahan bakar Nusantara

Krisis energi mendorong banyak orang berkreasi dan melakukan
Penelitian.
Termasuk penelitian tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin
langka dan makin mahal harganya. Inilah yang mendorong BSW
Adjikoesoemo dari komunitas Indonesia Bangkit melakukan riset biota
laut yang dapat menghasilkan minyak.

“Saya riset bertahun-tahun. Saya sadar bahwa negeri ini 50%
dikelilingi laut yang sangat kaya biota laut atau semacam plangton,
bisa diolah menjadi minyak mentah. Dan hasilnya berupa BBM setara
Pertamax. Karena kadar oktannya sudah mendekati 94. Dan harga jualnya
cukup menggiurkan karena hanya Rp 1.500 per liter,” buka BSW
Adjikoesoemoe.

Akhirnya, “Temuan ini diberi nama Bahan Bakar Nusantara (BBN),” jelas
BSW Adjikoesoemoe saat dijumpai di Perum Griya Mahkota, Blok J, No.
16, Yogyakarta.
Menurutnya, untuk memproduksi BBN ini, tidak diperlukan biaya mahal.
Karena biaya produksi per liter hanya perlu biaya antara Rp 340-500.

“Jadi, memang sangat murah sekali. Dan dipastikan rakyat Indonesia
tidak mengeluh boros mengeluarkan uang untuk membeli BBM yang saat
ini teramat mahal,” kata pria biasa disapa Bung AK ini.

Biota laut masih dalam bentuk aslinya diproses atau diolah dan
menghasilkan beberapa bagian. Di antaranya 60% air, 10% residu atau
ampas dan 30% minyak mentah. Dari hasil yang 30% minyak mentah
diproses lagi dengan cara penyulingan dan menghasilkan bensin, solar
dan minyak tanah. Ampas juga bisa untuk pakan ternak, pupuk dan
apabila dicampur tanah akan jadi seperti aspal.

Dan untuk perkembangbiakan biota laut, bisa dilakukan di darat dengan
kelembapan tertentu. Pemanenan biota laut, bisa dilakukan setiap 10
hari sekali. Setiap satu hektar lahan dapat menghasilkan 140 ribu
liter.

“Nantinya temuan ini akan saya serahkan ke pemerintah, biar mereka
yang mengelola. Disamping itu, agar rakyat di negeri ini menjadi
makmur,” tutup Adjikoesoemo yang masih kerabat Sri Sultan ini.

KOMENTAR DARI AKADEMIS
Dr. Supranto yang Ketua Pasca Sarjana Teknik Kimia Universitas Gagah
Mada (UGM) Yogyakarta membenarkan adanya temuan biota laut yang dapat
diolah jadi minyak.
Biota laut yang dikembangkan berupa tumbuhan atau sejenis rumput
laut. Atau tanaman rendah yang bayak mengandung asiri dan hidro
karbon.

“Biota laut jenis ini tidak terlihat mana batang, daun ataupun bunga,
karena bentuknya sama semua. Dan jenis ini memang bisa dikembangkan
di darat dengan kadar kelembapan udara tertentu,” jelas bapak murah
senyum ini.

Dikatakan lebih lanjut, untuk pengolahan bisa ditempuh dengan dua
cara. Yaitu, dengan ekstilasi, dimana biota laut diolah dengan cara
dilarutkan dalam solven atau pelarut. Pelarut bisa berupa etanol,
alkohol atau benzena.

Cara kedua lewat langkah destilasi. “Atau orang biasa menyebutnya cara
penyulingan. Relatif lebih murah dari langkah yang pertama. Karena
dengan sistem pemanasan, akan dipisahkan menjadi bahan bakar padat,
cair dan gas,” terangnya lagi..

Bahan bakar gas yang dimaksut LPG biasa dipakai untuk keperluan
masak. Sedang yang cair bisa berupa minyak tanah, solar dan bensin.
Dan dari hasil penyulingan itu, akan dihasilkan pirolosis atau termal
craking. Itupun masih harus dipisahkan lagi antara bensin, solar, dan
minyak tanah. Dan bensin yang dihasilkan mengandung oktan antara 86-
94 atau hampir setara Pertamax.

Juga akan terasa agak wangi karena kandungan alkoholnya tinggi. “Dan
tidak menutup kemungkinan bahwa temuan Adji ini merupakan loncatan
yang luar biasa dan harus digandeng oleh pemerintah selaku pihak yang
sangat berkompeten,” tutupnya penuh harap.

HASIL UJI COBA MOTOR PLUS
1. Warna bensin kuning seperti Premium pada umumnya
2. Saat dicium, bau bensin memang rada lebih wangi. Kata Dr. Supranto
karena masih mengandung alkohol.
3. Diuji di Yamaha Mio, bahan bakar yang sebelumnya ada di tangki dan
karburator tentu dikuras.
4. Kemudian dituangkan bensin dari biota laut ini sebanyak setengah
liter untuk dicoba.
5. Motor distandar tengah, mesin dinyalakan beberapa saat. Memainkan
putaran mesin dan digas sampai mentok.
6. Motor dijalankan mulai dari Jl. Kaliurang, Km 6,5 menuju Kaliurang
yang kontur jalannya semakin naik. Mulai dari jalan pelan dan stabil
antara 30-40 km/jam.
7. Dicoba kecepatan tinggi setelah memasuki wilayah Pakem Km 15,
jalan mulai naik dan turun. Pada kecepatan tinggi mesin juga tidak
menimbulkan gejala mbrebet. Dan begitu sampai Kaliurang, bensin habis
dan tidak mengalami hambatan.

2 Tanggapan to “Bensin Dari Biota Laut: 1500 rupiah per Liter”

  1. biota lautnya kyak gimana ? ada gambaarnya, atau klasifikasinya? caara pembuatannya?

  2. tolong minta penjelasan cara membuat nya secara detail juga cara budidaya biota laut nya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: