Jayalah Indonesiaku
Potret kejadian di tanah airku , serial code blog : ceBЯaHa

Universitas “Favorit” Hanyalah Penampung Orang Pinter, Mampukah Membuat Orang Bodo Jadi Pinter?

Berikut ini adalah pembicaraan dari milis t-net, tentang “pendidikan”

 ————————-

Bung Jimmy.

Saya sependapat dengan anda, rata2 orang Indonesia terlalu foreign
minded, semua yang berasal dari luar negeri dianggap hebat. Sampai2
ada anekdot: Kalau Fried Chicken dijual Rp.10.000 / potong orang
mengatakan murah, tapi kalau Ayam Goreng dijual Rp.7.500 / potong
dikatakan mahal.

Berkali-kali saya katakan di milis ini kepada mereka yang sering
melecehkan pendidikan di Indonesia, bahwa : Sehebat apapun suatu
universitas, tidak mungkin bisa membuat orang bodoh jadi pintar.
Suatu universitas disebut top bukan karena universitas tsb benar2
hebat, dalam arti mampu membuat orang bodoh jadi pintar. Universitas
tsb hanya mampu menampung orang pintar untuk belajar disitu, karena
mampu menyediakan fasilitas yang lengkap. Fasilitas yang lengkap
hanya mampu disediakan karena universitas tsb kaya, banyak uangnya,
karena didukung oleh para donatur yang kaya raya.

Apakah orang yang pintar, dengan IQ > 140 yang kuliah di Universitas
Gurem di negara deldel dhuwel ini IQ nya akan turun jadi 100? Atau
orang yang IQ nya 100 kalau kuliah di Harvard akan naik jadi 140?
Tentu tidak bukan? Kenapa banyak Universitas di negara2 maju banyak
yang menelorkan para pemikir kelas dunia dan pemenang hadiah Nobel?
Apakah Universitas di negara2 maju tsb mampu menghasilkan orang2
pintar seperti itu? Apakah sebagai negara, mereka mampu melahirkan
orang2 pintar seperti itu?

Tidak, Universitas di negara2 maju dengan dukungan dana yang kuat
hanya mampu menyediakan fasilitas agar orang2 pintar mau belajar
disitu, dan lulus dengan ijazah dari Universitas tsb. Universitas
tsb sama sekali tidak mampu merubah orang bodoh jadi pintar. Kalau
para lulusannya ada yang mampu meraih hadiah Nobel, itu semata-mata
karena pribadinya yang pintar, bukan berkat universitasnya. Dan
negara2 maju sebagai negara, dengan kekuatan uangnya hanya mampu
menarik orang2 pintar dari seluruh dunia untuk menjadi imigran di
negara tsb. Berapa banyak orang pintar Indonesia yang berhasil
ditarik Amerika?

Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih deldel dhuwel seperti
sekarang ini, mustahil ada univeritas di Indonesia yang mampu
menyediakan berbagai fasilitas seperti yang disediakan universitas2
di negara2 maju. Padahal ranking universitas yang dibuat oleh pihak
barat sebagian besar menitik beratkan kepada fasilitas yang tersedia.
Oleh karen itu, sepanjang perekonomian Indonesia belum bisa
melepaskan diri dari ke-deldel dhuwelan, universitas di Indonesia
rasanya mustahil bisa masuk “the top 100’s university of the world”.

Para Ilmuwan Indonesia, yang menurut anda kurang aktif menulis dan
jarang mempublikasikannya, juga terbentur pada fasilitas yang
tersedia. Karena ekonomi Indonesia yang masih deldel dhuwel, maka
otomatis gaji para dosen di Indonesia juga harus turut deldel dhuwel,
sehingga harus bekerja kesana-kesini agar bisa hidup dengan layak.
Akibatnya mereka tidak punya waktu untuk membuat karya tulis dan
membuat penelitian yang memerlukan dana besar. Sedangkan perusahaan2
di Indonesia lebih tertarik mencari untung sebesar-besarnya untuk
persiapan kabur keluar negeri, daripada menjadi sponsor penelitian
demi kemajuan bangsanya.

Salam
JT

from jt2x00

10 Tanggapan to “Universitas “Favorit” Hanyalah Penampung Orang Pinter, Mampukah Membuat Orang Bodo Jadi Pinter?”

  1. Saya stuju. Tapi knytaannya,apabila ada 2 org yg mlmr pkrjaan di Indonesia,yg satu lulusan indo dan 1 lg llusan luar negri.psti llusn luar negri yg dtrima.pdhl mrk mmpunyai IP yg sama. Bkn nya tndkn ini secara tdk lgsng mngtkn bhwa llsn luar lbh baik?

  2. Iya benar , karena sudah ada statement ini di tulisan di atas:
    —————-
    Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih deldel dhuwel seperti
    sekarang ini, mustahil ada univeritas di Indonesia yang mampu
    menyediakan berbagai fasilitas seperti yang disediakan universitas2
    di negara2 maju.
    —————

    Otomatis sarana prasarana dari luar lebih baik khan ? Sehingga lulusan luar juga lebih ‘berbobot’ ?

  3. Saya setuju. Tapi menurut saya universitas-univesitas yg dikatakan top itu bukannya membuat org bodo jadi org pinter, tapi membuat org males jadi org rajin. dan kalo urusan pemenang nobel, itu sebenernya tergantung orang itu sendiri, jadi universitas tidak terlalu berperan dalam menghasilkan pemenang nobel, mereka hanya memberi ajaran dan fasilitas yang bagus saja.
    Sayangnya dunia memang selalu tidak adil.-_-

  4. tapi gmna dunk bg yg pintar tapi kurang beruntung tuk dptin universitas pilihannya???

  5. Namanya juga kurang beruntung, artinya ya kurang beruntung mendapatkan perguruan tinggi favorite, namun semoga saja masih beruntung untuk mendapatkan perguruan tinggi yang lain, yang tidak favorite maksudnya. Mengenai rejeki khan tidak berhubungan langsung dengan background sekolahannya.

  6. saya snagt spandpat dgn pmbicara diatas
    y klo bdoh g’ bkl bsa jdi pnter krna msuk universitas itu.

  7. yg bLAjar BLm tntu dpt universitas favorit, daN saya jugaa bIngung,, KL LULUsan ITB dGn IP 2.75 pasti diterima kerja, sdgkan LULuan universitas brawijaya dgn IP 3.00 bLm tentu diterima kerja… knp kalayaK harus terpaku dgn rating universitas itu?? krn bLm tntu di setiap jurusan nya memiliki rating setara dgn rating universitas ituuu sendiri,,,

    • wicha oi
      dimana2 orang HRD tu tau kalo masuk ITB sama brawijaya itu kaya gimana lulusanya…
      untuk masuk itb itu sendiri udah lebih susah dibandingin brawijaya, lulusnya juga lebih susah dibanding brawijaya,,,
      jadi kalo ada lulusan itb cuma dpt IPK3.– dibandingin brawijaya IPK>3.50 trus yg diambil ITB yah WAJAR

  8. Bersyukur saya pernah membandingkan lebih dari 7 negara seperti Australia, Taiwan, Singapura, Brunei, Hongkong, Thailand, Filipina dan Malaysia…sebenarnya universitas top di Indonesia kayak UGM dan ITB mampu bersaing dengan mereka, apalagi hanya dengan Malaysia…

  9. percuma juga klo d indo jadi org pinter toh sama sekali gag berharga.mana pemerintah mw melek dgn banyak hal temuan e “org pinter” hanya gara2 mrk gag kuliah d luar negri ato universitas yg bonafid.klo mang kita merasa pinter baiknya jg jual kepintaran kita k luar negri aja.bkn gag nasionalis tp klo liat dari segi manapun baik executiv ato legislativ negri ini cm ngurus perut e ndiri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: