Jayalah Indonesiaku
Potret kejadian di tanah airku , serial code blog : ceBЯaHa

2007 di Jakbar: Istri minta cerai 65% dari semua kasus

Tampaknya pengaruh media massa semakin besar, setelah banyaknya tayangan infotaintment tentang para selebritis. Masyarakat sekarang banyak mengatasnamakan cinta dalam melakukan hubungan antara pria dan wanita, namun pada dasarnya istilah cinta ini semakin absurd. Banyak sekali yang kesulitan dalam melanggengkan rumah tangganya, mungkin dengan enteng hanya berbicara bahwa sudah tidak cinta lagi. Kalau perceraian ini akibat KDRT misalnya, ini sih masih wajar. Tapi kalau dengan entengnya kawin cerai untuk gonta-ganti pasangan ? Padahal Tuhan telah memberi jalan berupa Poligami, suatu cara multi pasangan yang safe, tapi banyak yang menempuh kawin cerai – terutama dengan alasan selingkuh.

berikut ini petikan beritanya :

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=33879&ik=3

Istri Semakin Berani Gugat Cerai Suami

Senin 18 Februari 2008, Jam: 10:31:00

JAKARTA (Pos Kota) – Banyak hal menjadi penyebab perceraian. Selain faktor ekonomi, ternyata perselingkuhan, sering dicemburui dan dimarahi cukup dominan menjadi penyebab seorang istri menggugat cerai suami.

Data Pengadilan Agama di sejumlah wilayah di DKI, menunjukkan justru perceraian dilakukan atas gugatan sang istri kepada suami. Faktor utama sebagai alasan memicu perceraian, antara lain faktor ekonomi, selingkuh dan karena ditinggal suami tidak bertanggung jawab.

Di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Barat, di Jalan Flamboyan, Cengkareng, sudah bertahun-tahun perkara perceraian didominasi oleh istri yang mengajukan gugatan cerai. Sedangkan yang diajukan suami (cerai talaq) jumlahnya hanya sedikit.

Meskipun tidak menyebutkan jumlahnya secara rinci, Panitera Sekretaris (Pansek) PA Jakarta Barat, Masgiri, mengatakan pada tahun 2007 dari perkara cerai yang masuk, 65 persen diajukan oleh istri dan 35 persen suami. Bahkan tahun-tahun sebelumnya angka persentase menunjukkan 75 istri dan 25 suami. “Faktornya masalah ekonomi, cemburu (selingkuh-Red) dan ditinggal suami,” jelas Masgiri, akhir pekan Minggu (17/2).

MENDOMINASI
Sementara itu, di PA Jakarta Timur menyebutkan dalam sebulan terakhir ini tercatat sekitar 27 perkara cerai dan yang baru masuk proses persidangan sebanyak 7 perkara. Masalah ekonomi, mendominasi penyebab perceraian. Suami terkena PHK menyebabkan lilitan kebutuhan hidup yang semakin berkepanjangan.

Setelah faktor utamanya ekonomi, istri mengajukan gugatan cerai karena telah lama ditinggalkan suaminya yang tidak tahu keberadaannya yang otomatis tidak memberikan nafkah. “Sebenarnya, saya tidak dalam kapasitas memberikan keterangan ini, karena bapak Ketua PA, sedang menghadap Kakanwil Depag DKI,” tutur satu karyawati PA Jakarta Timur.

H. Masnadi, SH, satu amil di Cakung, Jakarta Timur, menyatakan biasanya perceraian terjadi saat suaminya sudah tidak berpenghasilan lagi sehingga istri yang mencari nafkah, termasuk yang bekerja di sejumlah tempat hiburan malam.

“Kalau sudah seperti ini, biasanya sering terjadi percekcokan lantaran suami sering mencemburui istrinya yang pulang larut malam. Merasa telah capek sepulang bekerja, masih juga dimarahi dan bahkan diperlakukan kasar oleh suami, akhirnya istrinya menggugat cerai.”

SELINGKUH
Dalam kurun waktu tahun 2007, tercatat sekitar 600 perkara perceraian dan yang paling menonjol juga didominasi lelaki yang tidak bertanggungjawab masalah ekonomi, sehingga digugat cerai oleh istrinya.

Menurut Drs. Nuheri, Humas PA Jakarta Pusat, sampai saat ini masih ada sekitar 130 perkara perceraian dari 600 perkara yang belum diputus. “Masalah perselingkuhan, menempati urutan ketiga, dan ekonomi rakyat yang menjadi penyebab banyaknya kasus perceraian di kalangan menengah ke bawah. Kalau menyangkut tanggungjawab lelaki, kami segera memutuskannya,” tuturnya

Sama halnya perkara perceraian yang masuk di PA Jakarta Selatan, selain perceraian menduduki peringkat pertama dibanding perkara lainnya, gugatannya terbanyak diajukan oleh istri. Sebagai penyebab utamanya masalah ekonomi. Hanya bedanya, di PA Jaksel ini sering menyidangkan perkara cerai menyangkut rumah tangga selebritis bila dibanding dengan PA lainnya di Jakarta.

Juru bicara PA Jaksel, Muhammad Abduh Sulaeman, SH. MH, menyebutkan, artis Ira Maya Sopha menggugat suaminya dan sudah diputus. Perkara penyanyi Kristina – Al Amin sudah selesai karena terjadi perdamaian dan perkara Maia Estiyanti – Dhani Ahmad masih dalam proses persidangan.

Selama 2007, tercatat 1.700 perkara atau rata-rata 150 perkara sebulan yang masuk. Perceraian diajukan istri karena suaminya selingkuh sebagai alasan kedua setelah faktor ekonomi. Atau cerai akibat adanya pihak ketiga. Setelah itu karena ditinggal suami dan akibat adanya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga.

8 Tanggapan to “2007 di Jakbar: Istri minta cerai 65% dari semua kasus”

  1. wedee wedee wedee wanita semakin berani aja ya… kebetulan ni lagi buat makalah tentang perceraian

  2. Istri minta cerai krn suami kurang perhatian,pengertian,n kurang ksh nafkah dan bsikap tdk adil.

  3. Istri minta cerai krn suami kurang perhatian pengertian n tdk adil,terhadap istri n keluarganya.bt dc

  4. Saya juga lagi mengalami hal yang sama, lagi bingung nih kasihan anakku baru 2th ga tahu apa2, penginnya anak ikut aku seh….??????

  5. sama seperti sy..istri minta Cerai juga…biasa alasanya perSelingkuh…istri tidak mau memaafkan hal itu..Takut masih ada orang ketiga dalam pernikahan..dari sy sdh ikrar insaf tidak mau mengulang hal itu lagi..Tapi istri tetap terus minta Cerai..anak sy 3..Cewek 2 laki 1..[2.5 th ] ..kasihan anak2..Tapi gimana lagi Kita sudah ngak bisa satu lagi dalam ikatan Perkawinan….Jalan Final Cerai….

  6. coba kita bisa saling Share pendapat…

  7. memang mestinya cooling down dulu, selama mungkin, untuk kebaikan anak-anak. Sedapat mungkin memang ikatan perkawinan dipertahankan, karena itu merupakan komitmen dari awal. Sebaiknya usulan untuk minta cerai dari si istri tidak usah diterima. Kecuali kalo si istri sudah punya calon suami baru, baru dicerai. Ini berarti setelah diceraikan, si istri langsung dapet gantinya, supaya anak2 tidak terlalu menjadi korban situasi.

  8. masing2 pihak harus instropeksi, jangan mau menang sendiri, suami harus mengalah pada hal2 yg kecil, konsentrasi pada hal2 yang besar. jangan turuti emosi, amarah dan ego, ada saatnya keras ada saatnya lembut. tiap saat perbaiki diri, jangan terpancing emosi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: