Jayalah Indonesiaku
Potret kejadian di tanah airku , serial code blog : ceBЯaHa

Tentang Sanggahan Pendaratan di Bulan

——- Bukti Reflektor yang dikemukakan di bawah juga bukan bukti bahwa MANUSIA PERNAH MENDARAT DI BULAN. Bisa saja reflektor tersebut dibawa oleh pesawat tak berawak seperti LUNA milik Uni Soviet (lihat tulisan pak Ma’rufin).

Lalu siapa yang melakukan allignment?
Anda tidak tahu apa yang Anda bicarakan ya?
Pernahkah Anda mencoba sebuah teropong dan mencari sebuah titik kurang dari 1×1 meter pada lebih dari 300,000 kilometer?
Tak usah 300,000 kilometer. Coba jarak Jakarta – Bandung sajalah, bisa kah Anda pin-point sebuah titik dengan jarak 150 kilometer, tanpa bantuan GPS.
Ditambah lagi, teknologi itu 40 tahun yang lalu!
Wahana-wahana luar angkasa NASA bahkan cuma membawa komputer dengan memori 64 kilobyte — dan dengan kemampuan prosesing lebih rendah dari kalkulator yang digunakan warung rokok.

Memang bisa menempatkan cermin sejenis di bulan, bahkan cermin Luna2 masih beroperasi sampai sekarang. Tapi coba lihat seperti apa Luna2:

http://en.wikipedia.org/wiki/Lunokhod_2

Luna2 praktis adalah sebuah sistem robotik lengkap dengan instrumentasi, yang memungkinan pengendalian dari Bumi. Tapi walaupun itu sudah yang terbaik yang bisa dilakukan Russia, yang teknologi landernya lebih superior pada saat itu, Luna2 cuma bisa sampai di situ!

Sekarang bandingkan dengan corner reflector milik NASA yang praktis hanya disangga pelat besi tanpa sirkuit elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan allignment.

Dan bandingkan dengan data yang diperoleh Nasa dengan mendaratkan manusia di Bulan:
Berikut ini adalah sejumlah eksperimen yang dilakukan awak Apollo di bulan.

http://www.honeysucklecreek.net/msfn_missions/ALSEP/hl_alsep.html

Data dikirim melalui transmisi radio dari permukaan bulan, dan setupnya membutuhkan interaksi antara bumi dan astronout di Bulan.
Eksperimen dilakukan dengan interaksi dari empat pihak – kantor pusat NASA, Jet Propulsion Labolatory (JPL), dan Goddard Space Flight Center. — Jumlahnya ribuan orang.
Dan mereka mem-produce ratusan scientific paper yang telah diuji melalui metodologi yang valid oleh beribu-ribu ilmuwan sejak pendaratan Apollo, samapai sekarang, dan seterusnya, karena tidak ada yang membatasi sebuah karya ilmiah untuk ditelisik.

Setupnya (allignment Antena untuk mengarahkan signal ke Bumi) dilakukan oleh Awak Apollo selama eksperimen berlangsung.
Data dikirim menggunakan LM spacecraft telemetry 2,285 Ghz dan data sub-carrier 1,024 Mhz dari permukaan bulan dan diterima oleh pusat-pusat penelitian di Bumi

(kemana ya Antena di Bumi diarahkan???)

+ Passive Seismic Experiment Package (PSEP)
Sebuah seismometer yang beroperasi hingga delapan tahun sejak pertama kali di deploy oleh awak Apollo di Bulan.
+ Detektor debu bulan.
+ Lunar Ranging Retro Reflector
+ Eksperimen komposisi solar wind.

Jadi selain reflektor, beberapa perangkat lain yang dipasang (berikut seluruh kabel-kabel nya)
(lihat gambar setup di link di atas)

+ Central station.
+ Thermal Generator (untuk mengatasi dingin ketika permukaan bulan tempat alat-alat itu dipasang membelakangi matahari)
+ Passive seismometer.
+ Solar wind spectrometer.
+ Magnetometer.
+ Alat eksperimen aliran panas.
+ Superthermal Ion Detector.

Seluruhnya dipasang dengan interaksi penuh Antara Bumi dan awak astronot di Bulan.

Jadi, menurut Anda, NASA sudah bisa menciptakan robot yang bisa memasang semua itu di bulan? berikut kabel-kabel, jalan-jalan kesana kemari, mengarahkan antena ke Bumi sambil mengikuti petunjuk dari command center?
Wah, canggih amat kalau begitu.

dariverdi adhanta

milis<Forum-Pembaca-Kompas.yahoogroups.com>

Belum Ada Tanggapan to “Tentang Sanggahan Pendaratan di Bulan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: