Jayalah Indonesiaku
Potret kejadian di tanah airku , serial code blog : ceBЯaHa

Farid Gaban : Perlunya Wartawan Teror Belajar Ilmu Kimia

Wartawan yang mau meliput terorisme mungkin perlu belajar ilmu kimia.

Hari ini saya membaca tulisan opini Yudha Pratama dari Kantor Berita Antara:
http://www.antaranews.com/berita/1281352391/penangkapan-baasyir-itu

Dia mengutip pernyataan Humas Polri Edwar Aritonang yang menyatakan bahwa “teroris Bandung” memiliki rencana yang sangat fantastis: meledakkan rombongan Presiden Yudhoyono, Gedung Mabes Polri, Mabes Brimob Kelapa Dua (Depok), kedubes-kedubes Amerika, Australia dan Inggris, serta beberapa hotel internasional.

Polisi, kata Aritonang, menyita mobil Mitsubishi Galant dan bahan-bahan kimia yang akan dijadikan bom mobil untuk menghancurkan sasaran-sasaran tadi dengan bahan kimia yang jauh lebih dahsyat dari bom plastik (C4) dan bisa menghancurkan gedung berlantai dua.

Rumah kontrakan di Cibiru, Bandung, yang kemarin digerebeg, kata Aritonang, adalah laboratorium pembuatan bom. Polisi, kata dia, telah menangkap Kurnia Widodo alias Ujang, lulusan Teknik Kimia ITB, pembuat bom seperti Azahari dulu.

Apakah jenis bahan kimia yang dipakai?

“Mereka kini menggunakan bom yang jauh lebih dahsyat dari yang biasa jaringan mereka gunakan sebelumnya, bahkan dibandingkan C4 sekalipun,” tulis Yudha dalam artikel itu, yang diperkuat dengan kutipan Aritonang: “Bahan baku bom yang dimiliki para teroris itu kini tidak lagi jenis C4 melainkan Natrium klorit yang memiliki daya ledak lebih dahsyat.”

Natrium khlorit?

Natrium khlorit atau sodium chlorite yang punya rumus kimia NaClO2 setahu saya bukan jenis bahan peledak. Dia banyak dipakai dalam industri makanan dan obat. Salah satu produk terkenal yang dibuat dari bahan kimia ini adalah Miracle Mineral Suplement yang dipromosikan sebagai makanan tambahan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk HIV. Senyawa ini juga banyak dipakai dalam industri tekstil dan pulm sebagai bahan pencuci (bleaching). Bahan kimia ini bahkan tak bisa terbakar (non-flammable).

http://www.zakairan.com/ProductsLightBodyHealth/NACLO2.htm

Lebih dahsyat dari C4 atau yang dikenal juga sebagai RDX, bom militer berdaya ledak tinggi?

Saya tidak menemukan referensi yang bisa mengkonfirmasi pernyataan Aritonang, yang dilahap begitu saja oleh penulis Antara ini.

Yudha Pratama bahkan sangat bersemangat untuk menunjukkan besarnya bukti ledakan dengan sekali lagi mengutip Aritonang. Polisi, kata Aritonang, mendapatkan bukti bahwa para tersangka teroris itu telah melakukan uji coba pemboman di daerah pegunungan, di kawasan Sumedang. “Semuanya dipantau secara saksama oleh anggota Densus 88 dari kejauhan,” kata Aritonang.

Jadi semua UJI COBA itu DIPANTAU SECARA SEKSAMA oleh Densus 88?

Belum Ada Tanggapan to “Farid Gaban : Perlunya Wartawan Teror Belajar Ilmu Kimia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: